Aidil fitri 1 syawal 1431 H,
Akhirnya mudik lebaranku kali ini tanpa ditemani si butut, setelah sebelumnya simbok melarangku untuk menggunakan sepeda motor ketika mudik nanti. “Aja numpak motor Jar..dalane macet, lagi musim udan meneh” begitu kira-kira sepenggal kata dalam pesan singkat yang kuterima siang itu, yang akhirnya memaksaku untuk menyusun kembali rencana baru untuk kegiatan mudik kali ini, karena bagaimanapun juga ridho orang tua adalah ridho Allah juga, selain itu dengan naik kendaraan umum, setidaknya kesempatanku untuk bisa mempertahankan puasaku juga akan semakin besar, jadi kupikir memang inilah solusi terbaik untuk mudik kali ini.
Karena sudah terlalu mepet hari H, alhasil tak satupun ticket bis yang mampu kudapatkan, karena hampir semua ticket sudah ludes terjual (sebenarnya itu baru info dari teman, tapi mengingat lebaran tahun lalu, memang begitulah adanya), kalaupun ada, itu juga untuk malam aidil fitri-nya, akhirnya atas ajakan seorang teman sebut saja namanya ari, kami akan naik dari kampung rambutan saja, katanya disana banyak, asal kita mau sedikit berebut saja.

