
Lama juga gak ngeblog, jadi kangen pengen nulis lagi
, ee lha kok pas liburan kemarin ngeliat ayam di halaman belakang, jadi punya ide buat nulis tentang ayam
, tapi disini saya nggak akan nulis tentang bagaimana cara bikin pred ciken, sate, ato gule yang enak, non kolesterol dan tanpa MSG, Sama sekali bukan, jadi jika Anda nyasar ke blog ini karena sedang mencari resep masakan tentang ayam, saya mohon segera luruskan niat Anda, dan kembali ke jalan yang benar
, atau Anda bisa beralih ke postingan-postingan saya yang lain, dan teteup stay di blog ini saja ![]()
Ceritanya dulu, dulu sekali, waktu saya masih gundul & ingusan, saya pernah punya seekor ayam, ayam betina berwarana coklat gading bercorak blirik-blirik, dan kami sekeluarga biasa memanggilnya simbah blirik, bukan tanpa alasan kami memanggilnya simbah, karena memang untuk ukuran seekor ayam, simbah blirik umurnya sudah kelewat batas, percaya atau tidak umurnya hampir 10 tahun, hampir satu tahun lebih tua dari umur saya yang waktu itu baru 9 tahunan.
Kabarnya, simbah blirik ini dulu adalah hadiah / pemberian budhe (kakak sepupu dari ibu saya) waktu sedang syukuran pemberian nama saya, jadi waktu itu kira-kira umur saya baru semingguan, dan saat itu usia mbah blirik kurang lebih satu tahunan, karena kata Budhe si blirik sudah pernah bertelur sekali.

