
Lama juga gak ngeblog, jadi kangen pengen nulis lagi
, ee lha kok pas liburan kemarin ngeliat ayam di halaman belakang, jadi punya ide buat nulis tentang ayam
, tapi disini saya nggak akan nulis tentang bagaimana cara bikin pred ciken, sate, ato gule yang enak, non kolesterol dan tanpa MSG, Sama sekali bukan, jadi jika Anda nyasar ke blog ini karena sedang mencari resep masakan tentang ayam, saya mohon segera luruskan niat Anda, dan kembali ke jalan yang benar
, atau Anda bisa beralih ke postingan-postingan saya yang lain, dan teteup stay di blog ini saja ![]()
Ceritanya dulu, dulu sekali, waktu saya masih gundul & ingusan, saya pernah punya seekor ayam, ayam betina berwarana coklat gading bercorak blirik-blirik, dan kami sekeluarga biasa memanggilnya simbah blirik, bukan tanpa alasan kami memanggilnya simbah, karena memang untuk ukuran seekor ayam, simbah blirik umurnya sudah kelewat batas, percaya atau tidak umurnya hampir 10 tahun, hampir satu tahun lebih tua dari umur saya yang waktu itu baru 9 tahunan.
Kabarnya, simbah blirik ini dulu adalah hadiah / pemberian budhe (kakak sepupu dari ibu saya) waktu sedang syukuran pemberian nama saya, jadi waktu itu kira-kira umur saya baru semingguan, dan saat itu usia mbah blirik kurang lebih satu tahunan, karena kata Budhe si blirik sudah pernah bertelur sekali.
Kata orang, jika kendaraan sudah mulai sering ngadat-ngadat dan sering mogok, itu tandanya sudah waktunya untuk diganti. Kataku itu relative, bisa iya bisa juga tidak, iya bagi mereka yang berkantong tebal, bahkan mungkin tak perlu menunggu sampai mogok, jika mereka sudah bosan, mereka tinggal pergi ke dealer terdekat untuk memilih model terbaru kendaraan yang mereka inginkan. Berbeda denganku yang berkantong pas-pasan, yang menggantungkan hidup hanya sebagi buruh pabrik, tentunya itu tak semudah seperti yang dibayangkan.
Pernah sekali waktu saya diajak mancing oleh seorang kawan, sebut saja namanya ucen, dalam satu kesempatan di jam istirahat makan siang, ucen menyambangi saya dan mulai mengajak saya ngobrol, Jarr.. weekend besok kamu ada acara nggak?? nggak ada cen, mang kenapa?? “jawabku”. Main kerumahku aja yuk, ntar kita mancing, “ucen menimpali” boleh.. tapi aku nggak punya joran cen.. jawabku lagi.
Siang itu, di hari minggu, selepas berbenah & bersih-bersih kontrakan, seperti biasa akupun keluar untuk berkuliner siang, ku pancal 


