January ’09
diimport dari blog lama saya di http://mysecondmind.wordpress.com

Seekor kucing melihat bayangannya
di bawah sinar pagi mentari dan berujar,
“Aku akan mendapatkan kerbau untuk
makan siang hari ini”
*****
Dan sepanjang pagi ia pergi mencari kerbau.
Namun di siang hari, ia melihat kembali
bayangannya, dan berujar,
“Tikus pun tak apa”
(Di comot dari “song of the soul”nya Kahlil Gibran)
Ocehanku :
Oalah cing..cing.. dadi kewan kok ora nduwe prinsip… (emg ada hwn yg punya prinsip?) Kyknya si nggak ada deh
Tapi setidaknya si kucing tidak menyalahi kodratnya sebagai karnivora, karena di jaman yang sudah carut marut kayak gini, banyak kucing-kucing yang bermetamorfosa dari karnivora menjadi omnivora, yang lebih suka makan nasi + tempe goreng ketimbang seekor tikus gemuk tetapi dengan perburuan yang cukup melelahkan, yang lebih suka mencari makanan sisa di tong2 sampah ketimbang mencari tikus di kolong-kolong lemari atau di sawah-sawah pak tani, bahkan pernah ada kucing tetangga yang hobi banget makan kerupuk. Lha teruuss… Ntu cakar & taring fungsinya buat apaan??? Hiasan doank…


